KPUD Muara Enim Dipanggil Kajati Terkait Dugaan Ijazah Palsu

oleh
692 views

SatuSuaraExpress.com – Ketua KPUD Kabupaten Muara Enim, Rohani SH, tidak dapat menghadiri panggilan Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan, terkait dugaan adanya penggunaan ijazah paslu oleh salah satu pasangan calon Pemilu Kada Kabupaten Muara Enim, Senin (09/04/2018).

Dikatakan Rohani, pemanggilan tersebut berdasarkan surat perintah kejaksaan tinggi Provinsi Sumatera Selatan nomor print-225/N.6/Fd.(1/03/2018) pada tanggal 13 maret 2018 lalu.

Saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan bahwa, dirinya memang dipanggil “guna memenuhi pra penyelidikan prihal adanya pengaduan masyarakat mengenai adanya dugaan manipulasi ijazah paslu peserta pilkada, Cabub dan cawabub Kabupaten Muara Enim periode thn (2018/2023), namun saya tidak bisa hadir dikarenakan ada acara pembekalan dari KPK, Kejaksaan, Kepolisian, dan Mendagri di Aula KPU Provinsi Sumsel,”ujar Rohani kepada awak media, Rabu 11 April 2018 di Kantor KPUD Muara Enim.

Untuk mewakili panggilan tersebut, Rohani meminta bagian divisi teknik penyelenggara, Ahyaudin untuk dapat hadir mewakilinya.”Yang datang pak Ahyaudin, dia yang menjelaskan semua nya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, saat awak media “mengkonfirmasi Ahyaudin, membenarkan bahwa diri nya telah, mewakili pemanggilan tersebut dan dia juga menyampaikan bahwa pihak nya telah melalukan pemeriksaan secara prosedural saat penerimaan calon peserta dan tidak melanggar aturan yang ada.

“Seperti persyaratan yang ditentukan untuk mendaftar sebagai Cabub ataupun Cawabub yaitu, ijazah minimal sederajat SLTA, nah salah satu paslon ini menggunakan ijazah SLTA dan memang benar bahwa itupun hanya mengunakan surat keterangan hilang saja, tapi setelah di selidiki ijazah memang benar ada, namun hilang,” imbuh Ahyaudin.

Masih dikatakan Ahyaudin, bahwa dirinya telah menjelaskan juga apa yang ada sebenar nya kepada pihak Kejaksaan Tinggi, Provinsi Sumatera Selatan.

“Sudah kita jelaskan, kan kalau memang bermasalah kenapa tidak dari dulu, sebelum nya kan sudah di proses oleh pihak Kepolisian tapi dinyatakan tidak benar tuduhan itu. Tapi kalau terbukti bersalah ya akan kita dalami,” pungkasnya Ahyaudin.

Penulis : Agustiawan

Editor : Guntur