Hasil Karet Warga Menurun Drastis Diduga Karena Tercemar Limbah Air Asin PT Pertamina Adera

oleh
90 views

SatuSuaraExpress.com – Dulu warga tidak perna merasa antipati ataupun melarang segala bentuk pembangunan ataupun kegiatan investasi yang dilaksanakan di negara kesatuan Republik Indonesia selagi kegiatan tersebut tetap taat pada peraturan dan perundang undangan yang berlaku, tidak merusak lingkungan serta tidak merugikan masyarakat sekitar.

Justru masyarakat sangat mendukung karena itu dapat meningkatkan pendapatan negara juga serta menambah pendapatan daerah, namun bila kegiatan tersebut merugikan masyarakat, tentunya masyarakat minta keadilan.

Hal ini diungkapkan oleh A Haris Warga Desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dia mengeluhkan produksi karetnya menurun drastis diduga karena tercemar limbah air asin PT Pertamina Aseet 2 Adera.

Diceritakannya bahwa perkebunan karet miliknya itu berlokasi didekat lahan bor milik PT Pertamina Asset 2 Adera yakni di Bor 2 dan Bor 5 tepatnya di lokasi Bor Dewa 1 dan Bor Dewa 5 Stasiun Pengumpul Utama Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Lebih lanjut dituturkannya bahwa pada aktivitas kegiatan pengeboran tersebut memang ada bak penampungan limbah, namun karena bak tersebut tidak tertampung lagi maka meluaplah air limbah tersebut ke lahan kebun karet saya. Terang Haris.

Semenjak itulah produksi pohon karet saya menurun drastis, yang saya kwatirkan limbah tersebut juga berbahaya bagi kesehatan masyakat. Imbuhnya.

Karena itu, kami meminta kepada pihak perusahaan PT. Pertamina Asset 2 Adera Untuk meninjau ke lokasi mohon kami jangan dirugikan Tegas Ketua DPC PAN kecamatan Penukal ini.

Atau jika memang limbah tersebut termasuk dalam golongan limbah yang tidak berbahaya, saya minta kepada pihak perusahaan terkait dan pihak dinas lingkungan hidup agar dapat membuat peryataan secara terulis. Tukasnya.

Sementara itu terkait permasalahan ini pihak PT Pertamina Adera Asset 2 yang dikonfirmasi melalui pesan wha Rista, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan.

Reporter : Agustiawan

Editor : Guntur